Indonesia Jenius
Indonesia Sukses
“Ayah.. kata Bunda... aku anak lebay yang kurang imajinasi”, kata Reyhan anak saya saat barusan saya menaruh tas di meja.
“Lho..emangnya ada apa?” Tanya saya.
“Ini lho..Yah... si Reyhan ngerjakan 5 Soal Cerita Matematika dari tadi maunya cepat-cepat selesai”, kata istri saya.
“Lho.. ya bagus donk cepat selesai” kata saya.
“Iya.. selesai, tapi dari 5 soal salah 4”, kata istri saya.
“Wah... itu namanya Reyhan nilainya di discount”, balasku ke istri & anak.
“Hrraaarrrrh... ndak anak ndak ayahnya sama aja...Lebay Group...” Kata istri saya.
Itu sekelumit apa yang terjadi apa pada keluarga saya beberapa saat yang lalu (sebelum mengikutkan Reyhan ke Training Indonesia Jenius dimana Anak saya mengalami kesulitan jika mengerjakan Matematika dalam bentuk Soal Cerita.
Semoga keadaan keluarga saya tidak melanda ke keluarga Anda. Soalnya sampai hari ini keluarga saya mengalami KDRT (Kekerasan... eh..salah.. Kekonyolan Dalam Rumah Tangga). Bagaimana tidak konyol... tiap hari isinya ketawa terus. Semoga Anda yang membaca ini tidak tersenyum, jika Anda tersenyum berarti virus ketawa di keluarga saya sudah menular ke Anda.
GANGGUAN KURANG IMAJINASI MELANDA ANAK-ANAK KITA.

Mengapa nilai bahasa Indonesia dan Biologi ujian Nasional 2011 paling banyak mengganjal kelulusan? Salah satu penyebabnya adalah kemampuan imajinasi para murid yang masih rendah.
Tanpa disadari oleh orang tua dan guru, ternyata banyak anak yang mengalami “Imagination Deficit Disorder” (IDD) atau “Gangguan Kurang Imajinasi”.