Kamis, 11 November 2010

10 Cara Berkomunikasi dengan Anak


Tahukah Anda bahwa hampir 85% permasalahan pada anak  terjadi akibat cara komunikasi orang tua yang salah?
Anak malas belajar, suka berbohong, tidak punya semangat, tidak disiplin dan minder adalah beberapa contoh permasalahan yang timbul akibat cara komunikasi orang tua yang salah ke anak. Sedangkan orang tua yang mengerti cara berkomunikasi yang benar akan memiliki anak yang tumbuh percaya diri, disiplin, memiliki motivasi dari dalam diri dan akan mengalami minim permasalahan pada anaknya.
Setiap anak adalah unik dan berbeda baik dari sisi kepribadian,  karakter maupun kebutuhan emosinya. Di paket pembelajaran ini, Anda akan belajar dan mengetahui hal-hal seperti:
Apa tipe kepribadian anak Anda sehingga Anda bisa mengetahui apa yang disukai atau dibenci oleh anak Anda. Anda juga akan mengerti bagaimana memberikan motivasi sesuai dengan tipe kepribadian anak Anda.
  • Cara salah yang sering digunakan orang tua dalam menasehati anaknya sehingga anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang sering ragu-ragu, tidak percaya diri dan sulit mengambil keputusan.
  • Cara berkomunikasi agar anak bisa mendengarkan dan fokus dengan apa yang disampaikan orang tua.
  • Apa bahasa cinta anak Anda? Mengetahui hal ini akan membuat anak Anda benar-benar merasa dicintai oleh orang tuanya.
  • Sering kali orang tua malas atau susah untuk berkomunikasi dengan anak, karena meskipun setiap hari berjumpa dengan seluruh anggota keluarga tetapi belum tentu terjadi komunikasi perbincangan dari hati ke hati dengan anggota keluarga yang lain. berkomunikasi mudah-mudah susah, mudah jika kita mengetahui trik-nya, susah jika kita tidak proaktif.
Orang tua disarankan untuk dapat menciptakan komunikasi, mengajak anak untuk mengobrol sesuatu meskipun sebentar atau ringan. Meskipun pembicaraan atau obrolan tersebut sebentar tetapi sangat bermakna bagi kemajuan si anak. Jangan lupa bahwa anak-anak belajar dari apa yang dia lihat di dalam rumah, di sekitarnya, termasuk orang tua dia.
Inilah 10 cara berkomunikasi dengan anak, tetapi sebelumnya perlu diketahui obrolan bisa berkaitan dengan apa yang mereka pelajari di sekolah serta apa yang ingin mereka capai. Tingkat keberhasilan anak yang orang tuanya yang selalu mengikuti kemajuan anaknya di sekolah akan lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang orang tuanya jarang mengajaknya berbicara. Dan berikut ini 10 cara berkomunikasi dengan anak, cara sederhana untuk memulai obrolan atau pembicaraan bahkan menceritakan pengalamannya.

1. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Jika ingin anak mau menceritakan sesuatu hal, segera hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan ketika itu. Jika tidak, si anak akan merasa tidak dipedulikan dan mengangggap Anda tidak punya waktu untuknya. Hindari juga untuk memotong pembicaraan si anak, jika dia marah, ketakutan, gembira dan sebagainya biarkan dia untuk mengungkapkannya. Sebaliknya ketika si anak mendengarkan perkataan Anda, Anda boleh saja untuk curhat tetapi yang sesuai dengan usia mereka. Dengan menjadi pendengar yang baik dan mendapat perhatian dari Anda, hal itu merupakan pemberian yang terbaik bagi anak.

2. TENANG DAN JUJUR 
Hindari untuk mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau yang bisa menyakitkan bagi dia sebagai ungkapan rasa marah atau frustrasi. Anak akan belajar menjadi pendengar yang baik dan percaya pada apa yang Anda katakan bila Anda berbicara dengan jujur, benar, dan tenang. Rasa percaya dan menghormati itu datangnya dari kejujuran dan ketulusan Anda sendiri. Jika Anda tidak bersungguh-sungguh sebaiknya jangan katakan hal yang tidak perlu Anda katakan itu.
3. PEMBICARAAN DUA ARAH
Jika berbicara dengan anak, berilah mereka pilihan. Biarkan mereka merasa sedang mengobrol dengan Anda, bukan sedang diatur oleh Anda. Ciptakan komunikasi dua arah dengan suasana yang menyenangkan, bukan dengan komunikasi satu arah, dan apalagi dengan sikap mendikte.
4. HINDARI PERTANYAAN YANG BERTUBI-TUBI
Usahakan agar Anda tidak menguasai pembicaraan. Jika si anak curhat dan merasa Anda terlalu cerewet atau bahkan kecewa dengan ceritanya, kemungkinan di lain waktu ketika dia mempunyai masalah, si anak kemungkinan tidak akan membagi cerita kepada Anda.
5. BERILAH DUKUNGAN
Ketika si anak sudah mulai mempercayakan ceritanya kepada Anda, mereka harus merasa lega, merasakan dukungan Anda, terinspirasi, dan bersemangat. Jangan membuat mereka merasa bersalah atau apalagi kecewa. Jika anak datang kepada Anda dan menceritakan masalahnya, coba untuk dengarkan dengan penuh perhatian serta beri dukungan seperti “Bunda yakin kamu bisa atasinya”, “Bunda ada di sini koq dan siap membantumu”, dan sebagainya.
6. MENEMPATKAN DIRI 
Usahakan agar selalu melepaskan atribut Anda sebagai orang tua ketika mendengar curhat anak dan cobalah untuk menempatkan diri Anda pada posisi anak. Fikir dan rasakan betapa sulitnya bagi anak Anda untuk mengutarakan permasalahan yang dihadapinya dan berhati-hatilah sebelum memberi reaksi atau komentar.
7. CINTAILAH BUAH HATI
Katakan kepada anak (dan tanpa pernah Anda merasa bosan), betapa Anda mencintainya dan bisa Anda tunjukkan melalui perlakuan yang penuh kasih. Beri si anak perhatian, seperti ketika dia masih bayi yang tidak bisa melakukan apa-apa. Tunjukkan kepada dia bahwa tiada hal yang lain yang lebih penting selain berada bersamanya.
8. FOLLOW-UP / TINDAKLANJUTI
Setelah si anak selesai curhat, coba tindaklanjuti sehingga membuat anak jadi yakin bahwa Anda peduli akan masalah / kesulitannya, dan membantunya, sekaligus bisa memberi kesempatan kepada Anda untuk masuk ke dalam dunianya.
9. MINTA MAAF JIKA SALAH
Jangan ragu-ragu atau malu untuk mengungkapkan permintaan maaf jika Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang mungkin tidak sepatutnya dikatakan/dilakukan.
10. LUANGKAN WAKTU 
Tetap luangkan waktu Anda, meskipun sedikit pun hanya untuk buah hati tercinta Anda. Orang tua yang sibuk bukan berarti orang tua yang buruk, lakukan segala sesuatu dengan spontan seperti mengajak bermain, berolahraga bersama, atau nonton film.

Aktivasi Otak Tengah Indonesia Jenius terbaik di Indonesia pendidikan anak brainwave untuk pelatihan otak kanan ki

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar